Pemkot Surakarta Raih Empat Penghargaan dalam Ajang Rating Kota Cerdas Indonesia 2017

Pelaksanaan program Kota Cerdas yang getol dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mempercepat pelayanan mendapat apresiasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Perguruan Tinggi Negeri tertua di Indonesia ini memberikan empat jenis penghargaan dalam ajang Rating Kota  Cerdas Indonesia (RKCI) 2017.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kota Surakarta, Ahyani, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Sri Wardhani Poerbowidjojo serta  Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Yosca Herman Soedradjad di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Empat penghargaan yang diperoleh Kota Surakarta tersebut meliputi penghargaan pada kategori Rating Ekosistem Kompetitif, Rating Kesiapan Infrastruktur (Infastructur Readiness, Rating Ekosistem Teknologi Finansial, dan Kategori Rating Sosial Cerdas (Smart Social). “Kita dinilai sudah pada track yang benar untuk menuju smartcity misalnya pengembangan e-pajak yang dilakukan BPPKAD,” kata Kepala Diskominfo SP Surakarta, Sri Wardhani.

Terkoneksinya jaringan antar OPD di lingkungan Pemerintahan Kota Surakarta dan banyak titik hotspot untuk publik juga dianggap positif oleh tim dari ITB sehingga berhak mendapatkan penghargaan untuk kategori Infastructur Readiness. “Mudah-mudahan tahun depan Solo sudah bisa masuk menjadi kategori Rating Kota Cerdas,” kata Yosca Herman.

Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) merupakan pemetaan terhadap daerah yang melakukan prakarsa untuk bertransformasi menuju Kota Cerdas. Kegiatan diinisiasi Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Intsitut Teknologi Bandung sejak bulan Mei hingga Oktober 2017 dimulai dari proses evaluasi, survei hingga validasi data di 93 daerah.

Guru Besar ITB yang juga Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) Suhono Harso Supangkat mengatakan kegiatan RKCI ini  mengenalkan model ukuran kematangan kota cerdas di tanah air. Sejauh mana tingkat kesiapan dalam membangun kota sehingga warganya bisa hidup nyaman, bahagia, sejahtera yang berkelanjutan.

“Dari beragam indikator, kami memetakan kota terbaik berdasarkan ukuran besar, sedang dan kecil; berdasar klasifikasi bidang ekonomi, sosial dan lingkungan serta kategori-kategori lainnya. Beragam klasifikasi ini memungkinkan kota-kota untuk mengetahui kondisi kota dan berkembang sesuai dengan potensi kotanya masing-masing,” jelas Suhono Harso Supangkat.

Klasifikasi untuk kota besar yaitu kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa sebanyak 14 kota; kota sedang yaitu kota dengan penduduk diantara 200 ribu hingga 1 juta jiwa sebanyak 43 kota dan kota kecil yaitu kota dengan penduduk di bawah 200 ribu jiwa sebanyak 36 kota.   Hasil ini merepresentasikan kota yang paling tinggi dalam mendapatkan benefit dari implementasi kota cerdas.” kata Suhono.

Meski belum sampai pada tataran tertinggi, namun Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menilai penghargaan yang diberikan ITB tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap usaha Pemerintah Kota Surakarta untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Dikatakannya, sebagai pelayan masyarakat, Kota Surakarta terus berbenah tersebut membuat inovasi-inovasi untuk menjadi kota cerdas.

source: surakarta.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *